Minggu, 07 Oktober 2012

Ikatan Kimia


1. Geometri molekul
a.       Teori domain elektron
Metode yang dapat digunakan untuk meramalkan bentuk molekul adalah model rumus titik-elektron yang diperluas menjadi teori domain elektron atau teori tolakan pasangan elektron kulit valensi (VSEPR, Valence Shell Electron pair Repulsion). Menurut teori ini,
      Elektron yang berpasangan berusaha untuk saling menjauh semaksimal mungkin agar tolakan antar elektron sekecil mungkin.
         Jarak pasangan elektron bergantung pada keelektronegatifan atom bersangkutan.
         Kekuatan tolakan dari elektron valensi, sebagai berikut:
   Antar pasangan elektron bebas (PEB-PEB) > antar pasangan elektron ikatan  pasangan elektron bebas (PEI-PEB) > antar pasangan elektron ikatan (PEI-PEI).
Cara Meramalkan Bentuk Molekul
Dalam teori VSEPR, bentuk molekul diramalkan dari susunan pasangan elektron di sekitar atom pusat berdasarkan tolakan pasangan-pasangan elektron tersebut. Jadi, untuk dapat meramalkan bentuk suatu molekul, kalian harus mengetahui terlebih dahulu jumlah pasangan elektron di sekitar atom pusat. Jumlah pasangan elektron dapat ditentukan lebih mudah dengan menggambarkan struktur Lewis dari molekul tersebut. Langkah-langkah yang dapat di ikuti untuk meramalkan bentuk molekul :
a.    Gambarkn struktur lewisnya

                                       
b. Hitung jumlah pasangan elektron ikatan dan pasangan elektron bebas di sekitar atom pusat. 
c.  Tentukan bentuk molekulnya
                                                 

                                                       bentuk molekul F-F

    2. Kepolaran Molekul
Kepolaran molekul secara umum, ditentukan oleh dua faktor, yaitu kepolaran ikatan-              ikatan kovalen dalam molekul dam bentuk molekulnya.kedua factor ini akan menentukan resultan momen dipole ikatan-ikatan kovalennya, atau net dipol, μ.  Apabila net dipol μ = 0, maka molekul bersifat non-polar, μ ≠ 0, maka molekul persifat polar.

Kepolaran molekul diatom hanya ditentukan oleh kepolaran ikatan kovalen. Apabila ikatan kovalen tersebut bersifat non-polar, maka molekulnya bersifat non-polar.
Contoh: molekul H2 memiliki 1 ikatan H-H bersifat non-polar. 
                                                               molekul  H2 
Kepolaran ikatan kovalen juga digambarkan dengan distribusi keparatan elektronnya berdasarkan teori atom mekanika kuantum. kerapatan elektron terdistribusi secara merata. Sehingga pada molekul H2 tidak terjadi pengkutuban muatan sehingga molekul bersifat non-polar (Net dipol μ = 0)
Apabila ikatan kovalen tersebut polar, maka molekulnya bersifat polar.
Contoh: molekul HCl memiliki 1 ikatan H-Cl. Ikatan ini terdiri dari dua atom tak sejenis.


Kepolaran ikatan kovalen ini dapat digambarkan dengan distribusi kerapatan elektronnya yang tidak merata, terjadi pengkutuban muatan. Pada atom Cl memiliki kelebihan muatan negatif parsial (δ-). Pada atom H kekurangan muatan negatif atau kelebihan muatan positif parsial sebesar (δ+), sehingga molekul bersifat polar

3. Ikatan Ion
Ikatan ion adalah gaya tarik menarik listrik antar ion yang berbeda muatan. Ikatan ion bukanlah ikatan terarah yang mengukuhkan dua atom, tetapi ikatan yang bekerja kesegala arah dalam struktur kristal zat. Ikatan ion merupakan ikatan yang relatif kuat. Semua senyawa berupa zat padat dengan titik didih dan titik leleh yang tinggi. 
Misalnya, natrium klorida yang mempunyai titik didih 1.400oC dan titik leleh 801oC.

ikatan ion yang terbentuk pada natrium klorida
Ikatan ion terjadi antara ion positif dan ion negatif. Ion positif berasal dari atom yang melepaskan elektron untuk mencapai kestabilan seperti gas mulia, sedangkan ion negatif berasal dari atom yang menerima electron untuk mencapai kestabilan seperti gas mulia.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar