Sabtu, 27 Oktober 2012

konfigurasi elektron


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

NAMA SEKOLAH               : SMA PANGUDU LUHUR SEDAYU
MATA PELAJARAN            : Kimia 
KELAS / SEMESTER           : XB/1
STANDAR KOMPETENSI  : 1.  Memahami struktur atom, sifat- sifat periodik unsur dan
                                                       ikatan kimia.
KOMPETENSI DASAR       : 1.1. Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr,
                                                        sifat-sifat unsur massa atom relatif, dan sifat- sifat
                                                        periodi  unsur  dalam  tabel periodik serta menyadari
                                                        keteraturannya,  melalui pemahaman konfigurasi
                                                        elektron.
ALOKASI WAKTU              : 2 Jam Pelajaran
INDIKATOR             : 
1.    Menentukan konfigurasi elektron dan elektron valensi.

A.  TUJUAN PEMBELAJARAN 
Secara mandiri peserta didik dapat:
1.    Menuliskan notasi singkat konfigurasi elektron.
v  Karakter siswa yang diharapkan
       percaya diri, antusias, jujur, sopan santun, religius, kerja keras, teliti, rasa ingin tahu, tanggung jawab,

B.  MATERI PEMBELAJARAN
         Konfigurasi elektron (menuliskan konfigurasi elektron, elektron valensi)
Konfigurasi Elektron
Konfigurasi (susunan) elektron suatu atom berdasarkan kulit-kulit atom tersebut. Setiap kulit atom dapat terisi elektron maksimum 2n2, di mana n merupakan letak kulit.
Jika n = 1 maka berisi 2 elektron
Jika n = 2 maka berisi 8 elektron
Jika n = 3 maka berisi 18 elektron
dan seterusnya.
Lambang kulit dimulai dari K, L, M, N, dan seterusnya dimulai dari yang terdekat dengan inti atom. Elektron disusun sedemikian rupa pada masing-masing kulit dan diisi maksimum sesuai daya tampung kulit tersebut. Jika masih ada sisa elektron yang tidak dapat ditampung pada kulit tersebut maka diletakkan pada kulit selanjutnya.

Elektron Valensi
Elektron yang berperan dalam reaksi pembentukan ikatan kimia dan reaksi kimia adalah elektron pada kulit terluar atau elektron valensi. Jumlah elektron valensi suatu atom ditentukan berdasarkan elektron yang terdapat pada kulit terakhir dari konfigurasi elektron atom tersebut. Perhatikan tabel berikut untuk menentukan jumlah elektron valensi.

C.  Metode Pengajaran
         Diskusi informasi dan Tanya jawab
         Latihan soal
D.  Langkah-langkah Pembelajaran
TAHAP
KEGIATAN
WAKTU
Pembukaan
          Salam pembuka
Memeriksa kehadiran siswa.
Memeriksa tugas yang telah diberikan, apakah dikerjakan atau tidak (jika ada)
          Apersepsi
Guru memimpin didkusi kelas untuk mengungkap pengetahuan siswa dengan menanyakan materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.
          Motivasi
Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari selanjutnya.
10’
Kegiatan inti
Eksplorasi
          Guru menanyakan kepada siswa konfigurasi elekton dan elekrton valensi dari beberapa unsur:  golongan 2A: Be, Mg, Ca, dan Sr, dan golongan 6A: O, S, Se, dan Te.
         Siswa ditunjuk secara acak untuk menjawab pertanyaan tersebut. (nila yang ditanamkan: jujur, Kerja keras, Rasa ingin tahu, Komunikatif, dan Tanggung Jawab)
Elaborasi
         Guru menjelaskan tentang cara pengisian kulit elektron  sesuai dengan jumlah elektron maksimal tiap kulit.
         Guru menjelaskan cara menentukan elektron valensi untuk setiap unsur.  (nilai yang ditanamkan: jujur, Rasa ingin tahu,Menghargai pendapat yang berbeda, Komunikatif, dan Tanggung Jawab).
         Siswa mendiskusikan cara pengisian elektron pada kulit dan menentukan elektron valensi.
         Siswa diminta untuk mengerjakan latihan soal tentang materi yang telah disampaikan. (nila yang ditanamkan: jujur, Rasa ingin tahu, Komunikatif, dan Tanggung Jawab).
Konfirmasi
          Siswa diberi kesempatan untuk menuliskan jawaban dan siswa yang memperhatikan diberi kesempatan untuk bertanya. (nila yang ditanamkan:Rasa ingin tahu, Komunikatif, dan Tanggung Jawab).
          Siswa diminta untuk menuliskan rangkuman untuk materi struktur atom, beserta contohnya. (nila yang ditanamkan: jujur, Rasa ingin tahu, Menghargai pendapat orang lain, Komunikatif, dan Tanggung Jawab).
          Guru memberi penguatan bagi siswa yang dapat menyimpulkan dan memberi pembenaran pada siswa yang belum memahami konsep. (nila yang ditanamkan: jujur, Rasa ingin tahu, Menghargai pendapat orang lain, Komunikatif, dan Tanggung Jawab).
75’
Penutup
Guru dan siswa membuat kesimpulan disertai dengan tanya jawab untuk materi yang telah dipelajari bersama. Selanjutnya menutup pelajaran.
5’

E.  Sumber Belajar :
         Etty Sofyatiningrum, dkk. (2007). Kimia SMA Kelas X. Jakarta : Bumi Aksara
         Michael Purba.(2006). Kimia SMA untuk SMA Kelas X. Jakarta : Erlangga
         J.M.C Johari dan M. Rachmawati. (2007). Kimia SMA Kelas X. Jakarta: Esis

F.   Penilaian :
  1. Aspek penilaian
a.       Kognitif: latihan soal dan penugasan.
b.      Afektif: siswa mengerjakan soal di papan tulis.
  1. Teknik penilaian
a.       Tes
b.      Non tes
  1. Bentuk instrument
a.       Uraian
  1. Instrument
a.       Instrument penilaian
SOAL EVALUASI
1.    Tuliskan konfigurasi elektron dari setiap unsur di bahaw ini dan tentukan elektron valensinya :
golongan 2A: Be, Mg, Ca, dan Sr, dan golongan 6A: O, S, Se, dan Te.

KUNCI JAWABAN
Unsur
Jumlah elektron
Kulit
Elektron valensi
K
L
M
N
O
Be
Mg
Ca
Sr
O
S
Se
Te
4
12
20
38
8
16
34
52
2
2
2
2
2
2
2
2
2
8
8
8
6
8
8
8

2
8
18

6
18
18


2
8


6
18



2



6
2
2
2
2
6
6
6
6


                                                Guru Kimia

                                   Agusthin Andy Wirna, S.Si
            

Minggu, 07 Oktober 2012

Ikatan Kimia


1. Geometri molekul
a.       Teori domain elektron
Metode yang dapat digunakan untuk meramalkan bentuk molekul adalah model rumus titik-elektron yang diperluas menjadi teori domain elektron atau teori tolakan pasangan elektron kulit valensi (VSEPR, Valence Shell Electron pair Repulsion). Menurut teori ini,
      Elektron yang berpasangan berusaha untuk saling menjauh semaksimal mungkin agar tolakan antar elektron sekecil mungkin.
         Jarak pasangan elektron bergantung pada keelektronegatifan atom bersangkutan.
         Kekuatan tolakan dari elektron valensi, sebagai berikut:
   Antar pasangan elektron bebas (PEB-PEB) > antar pasangan elektron ikatan  pasangan elektron bebas (PEI-PEB) > antar pasangan elektron ikatan (PEI-PEI).
Cara Meramalkan Bentuk Molekul
Dalam teori VSEPR, bentuk molekul diramalkan dari susunan pasangan elektron di sekitar atom pusat berdasarkan tolakan pasangan-pasangan elektron tersebut. Jadi, untuk dapat meramalkan bentuk suatu molekul, kalian harus mengetahui terlebih dahulu jumlah pasangan elektron di sekitar atom pusat. Jumlah pasangan elektron dapat ditentukan lebih mudah dengan menggambarkan struktur Lewis dari molekul tersebut. Langkah-langkah yang dapat di ikuti untuk meramalkan bentuk molekul :
a.    Gambarkn struktur lewisnya

                                       
b. Hitung jumlah pasangan elektron ikatan dan pasangan elektron bebas di sekitar atom pusat. 
c.  Tentukan bentuk molekulnya
                                                 

                                                       bentuk molekul F-F

    2. Kepolaran Molekul
Kepolaran molekul secara umum, ditentukan oleh dua faktor, yaitu kepolaran ikatan-              ikatan kovalen dalam molekul dam bentuk molekulnya.kedua factor ini akan menentukan resultan momen dipole ikatan-ikatan kovalennya, atau net dipol, μ.  Apabila net dipol μ = 0, maka molekul bersifat non-polar, μ ≠ 0, maka molekul persifat polar.

Kepolaran molekul diatom hanya ditentukan oleh kepolaran ikatan kovalen. Apabila ikatan kovalen tersebut bersifat non-polar, maka molekulnya bersifat non-polar.
Contoh: molekul H2 memiliki 1 ikatan H-H bersifat non-polar. 
                                                               molekul  H2 
Kepolaran ikatan kovalen juga digambarkan dengan distribusi keparatan elektronnya berdasarkan teori atom mekanika kuantum. kerapatan elektron terdistribusi secara merata. Sehingga pada molekul H2 tidak terjadi pengkutuban muatan sehingga molekul bersifat non-polar (Net dipol μ = 0)
Apabila ikatan kovalen tersebut polar, maka molekulnya bersifat polar.
Contoh: molekul HCl memiliki 1 ikatan H-Cl. Ikatan ini terdiri dari dua atom tak sejenis.


Kepolaran ikatan kovalen ini dapat digambarkan dengan distribusi kerapatan elektronnya yang tidak merata, terjadi pengkutuban muatan. Pada atom Cl memiliki kelebihan muatan negatif parsial (δ-). Pada atom H kekurangan muatan negatif atau kelebihan muatan positif parsial sebesar (δ+), sehingga molekul bersifat polar

3. Ikatan Ion
Ikatan ion adalah gaya tarik menarik listrik antar ion yang berbeda muatan. Ikatan ion bukanlah ikatan terarah yang mengukuhkan dua atom, tetapi ikatan yang bekerja kesegala arah dalam struktur kristal zat. Ikatan ion merupakan ikatan yang relatif kuat. Semua senyawa berupa zat padat dengan titik didih dan titik leleh yang tinggi. 
Misalnya, natrium klorida yang mempunyai titik didih 1.400oC dan titik leleh 801oC.

ikatan ion yang terbentuk pada natrium klorida
Ikatan ion terjadi antara ion positif dan ion negatif. Ion positif berasal dari atom yang melepaskan elektron untuk mencapai kestabilan seperti gas mulia, sedangkan ion negatif berasal dari atom yang menerima electron untuk mencapai kestabilan seperti gas mulia.